Masinisku yang tidak 'manis' nasibmu...
Hampir setiap hari aku ke kantor selalu kesiangan. Untung bossku termasuk orang yang baik. Beliau tidak mempersoalkan tentang keterlambatanku masuk kantor. Mungkin beliau berprinsip 'yang penting pekerjaan beres'. Daripada ngga masuk, ayo?! Barangkali begitu prinsip beliau, ini barangkali lho...?!
Seperti pada hari ini, untuk menghindari kemacetan, aku ke kantor menggunakan jasa kereta api. Selain murah, juga relatif aman. Baik aman dari kejahatan orang-orang yang 'panjang tangan' maupun aman dari kecelakaan. Satu lagi, lebih cepat sampai tujuan dibanding kita menggunakan jasa angkutan umum lainnya atau 'omprengan'. Kereta api juga anti macet (tentu saja kalau aliran listriknya tidak padam atau lokonya 'sehat'). Selain itu dapat mengangkut ratusan penumpang sekaligus. Sungguh, alat angkutan yang sangat bermanfaat, khususnya untuk orang-orang 'kecil' seperti aku ini. Semoga Allah memberikan tempat yang layak untuk pencetus/ pembuat kereta api ini.
Memang ada kekurangannya juga, terkadang kereta terlambat jam berangkat atau datangnya. Tapi buat aku ini sudah menjadi hal yang biasa. Pada awalnya sebel juga sih... terlambat melulu.!! (biasanya kita hanya pandai menilai kekurangan orang lain, tapi mengabaikan kekurangan yang ada di diri kita sendiri, sehingga kita hanya pandai menggerutu, mencaci dan sebagainya, tanpa mau melihat kelebihan orang lain. Kita baru bisa menjadi 'penonton', belum bisa menjadi 'pemain'.. begitulah kira-kira).
Kembali ke masalah kereta, di awal Maret ini sepertinya pihak manajemen perkeretaapian hendak meningkatkan mutu pelayanannya kepada masyarakat, terbukti adanya perubahan jadual pemberangkatan KA untuk wilayah Jabotabek, alhamdulillah... rupanya ada penambahan jam pemberangkatan dari beberapa stasiun, salah satunya stasiun Bekasi.
Aku biasa naik kereta yang berangkat pukul 10.28 WIB. Ternyata di awal bulan Maret ini ada jam pemberangkatan yang pukul 10.43 Wib. Dengan adanya penambahan jam pemberangkatan ini, setidaknya dapat mengurangi rasa buru-buru yang selama ini aku rasakan bila jam sudah menunjukkan pukul 10.25.
Sebelumnya, kalau aku tidak kebagian kereta yang pukul 10.28, aku naik yang pemberangkatan pukul 11.00 dengan kereta Express, tentu saja harga tiketnya sedikit lebih mahal (Rp 9.000,-), tapi ada enaknya juga, karena aku tidak turun di Senen, tapi turun di Gambir. Otomatis mengurangi jarak ke kantor dan pengeluaran kocekku.
Biasanya kalau aku turun di Senen, kemudian melanjutkan perjalanan ke kantor dengan 'ojek'. Aku harus mengeluarkan biaya sebesar 10 ribuan. Tapi kalau dari Gambir dengan alat angkutan yang sama, maksudku ojek tadi, aku cuma mengeluarkan biaya separuhnya. Lumayan 'kan ...?
Tidak terasa kereta sudah memasuki stasiun Gambir, berarti aku harus segera turun agar dapat ke kantor dengan lebih cepat. Setelah turun dari kereta, aku baru sadar, bahwa sampainya aku ke Gambir selain cepatnya 'Si Besi Merangkak' tadi, ada pihak-pihak lain yang selama ini terabaikan jasanya. Yang pertama tentu saja sudah kusebutkan di awal tulisan, yaitu Si Pencetus/Pembuat kereta, dan yang tidak bisa dilupakan yaitu 'supir'nya kereta api tersebut...! (siapa ya?). Ya betul, .. Pak Masinis, sobat ! Dialah manusia yang selama ini berjasa kepada ratusan penumpangnya. Walaupun dengan gaji yang pas-pasan (karena dia termasuk pegawai negeri, dalam jajaran Dephub), toh dia tetap semangat kerja untuk kepentingan orang lain..., bukan main ...!
Inilah sebenarnya orang yang mestinya mendapat apresiasi yang tinggi dari kita semua, khususnya dari Dephub RI. Karena dia termasuk orang yang banyak memberikan manfaat kepada masyarakat. Bagaimana dengan Anda? Hati kecilkupun bertanya : "...Hai Bud, apa saja yang telah kau berikan kepada orang lain di sekitarmu???". Aku malu 'tuk menjawabnya. Karena sampai hari ini aku baru bisa 'minta' belum bisa memberi dalam arti yang sesungguhnya...
Senin, 01 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar